PENGARUH PENAMBAHAN BOTTOM ASH TERHADAP TANAH CLAY UNTUK MENAIKAN KUAT TEKAN BEBAS
Kata Kunci:
Clay Soil, Bottom Ash, Free Compressive Strength, Stabilization, DensityAbstrak
Tanah merupakan salah satu material yang sangat berpengaruh dalam merencanakan konstruksi bangunan, jalan serta jembatan. Sehingga dalam perancangan konstruksi perlu memperhatikan sifat serta daya dukung tanah dimana konstruksi itu akan di bangun. Salah satunya jenis tanah clay dimana bisa juga disebut tanah lempung yang seringkali menimbulkan problematika. Jenis tanah tanah clay ini juga terdapat di daerah Kota Palangka Raya, dengan daya dukung tanah yang rendah dan mengakibatkan kerusakan pada struktur jalan dan juga bangunan, sehingga perlu cara untuk memperbaiki jenis tanah ini salah satunya dengan stabilisasi. Bottom Ash atau Abu dasar yang merupakan produk sampingan yang kasar, berbutir, dan tidak mudah terbakar yang dikumpulkan dari bagian bawah tungku yang membakar batu bara untuk menghasilkan uap, produksi tenaga listrik, bisa di manfaatkan sebagai bahan pengisi konstruksi, agregat untuk beton dan blok pasangan bata, pengganti pasir untuk traksi di jalan raya. Pada penelitian ini, akan melihat efisiensi kadar campuran Abu Dasar (Bottom Ash) untuk mendapatkan nilai kuat tekan bebas.
Jenis penelitian ini adalah pengembangan penelitian eksperimen, dimana penelitian ini dilakukan di Laboratorium penelitian ini melalui beberapa tahap pengujian yang dilakukan yaitu: Analisa Saringan, uji berat jenis tanah, Uji batas atterberg (uji Liquid Limit dan Plastis Limit) untuk mendapatkan Indeks Plastisitas. Uji pemadatan tanah standar dengan menggunakan Proctor Test untuk mendapatkan kadar air optimum dan kepadatan optimum. Uji Kuat tekan bebas (unconfined) untuk mendapatkan nilai kuat tekan bebas. Dari pengujian Analisa saringan, berat jenis, batas atterbeg dan nilai CBR, termasuk tanah lempung yang memerlukan perbaikan sifat mekanis tanah dengan penambahan bahan additive. Kuat tekan bebas campuran tanah dengan penambahan Buttom Ash yang dilakukan di laboratorium PT. Karya Halim Sampoerna, Palangka Raya, dari sampel yang telah diujikan Buttom Ash dan tanah clay yakni dengan campuran 0%, 6%, 8%, 10%, pada campuran 0% nilai kuat tekan rata-rata sebesar 53,44 kg/cm², campuran 6% rata-rata sebesar 63,71 kg/cm², campuran 8% rata-rata sebesar 94,54 kg/cm², Nilai kuat tekan terbesar dihasilkan pada saat berada dikondisi tanah dengan bottom ash 10% dengan nilai kuat tekan rata-rata_sebesar 121,26 kg/cm², dikarenakan sifat bottom ash yang dapat menyerap air dan pencampuran tanah menyebabkan sampel tanah yang akan diuji menjadi kaku
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Miming Virganinda Burako, Deky Surianto S

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright & License
Copyright
Authors published in this journal agree to the following terms:
1. The copyright of each article is retained by the author (s).
2. The author grants the journal the first publication rights with the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution License, allowing others to share the work with an acknowledgment of authorship and the initial publication in this journal.
3. Authors may enter into separate additional contractual agreements for the non-exclusive distribution of published journal versions of the work (for example, posting them to institutional repositories or publishing them in a book), with acknowledgment of their initial publication in this journal.
4. Authors are permitted and encouraged to post their work online (For example in the Institutional Repository or on their website) before and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and larger citations of published work.
5. Articles and all related material published are distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
License
Huma Tabalien Jurnal (HTJ) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License