METODE PELAKSANAAN PEMASANGAN RANGKA BUSUR (BOWSTRING) JEMBATAN KAYU ULIN MANDOMAI
Abstract
Abstrak: Jembatan Mandomai pertama kali dibangun sekitar tahun 1974 oleh desain seorang warga negara asing dari Swiss, yang kemudian diperbaiki oleh siswa STM Mandomai menggunakan kayu ulin dari Puruk Cahu dan Kintap. Jembatan ikonik ini runtuh pada tahun 2021 karena sudah tidak layak dan berbahaya bagi masyarakat, namun akan dibangun kembali menyerupai desain aslinya yang melengkung dengan rangka baja dan mempertahankan keunikan ikon Kabupaten Kapuas. Perancangan Awal 1974 jembatan Mandomai dirancang oleh seorang warga negara asing asal Swiss, yang kemudian dikenal sebagai desain Heinz Frick dari Zending Basel. Pembangunannya dibantu oleh siswa dari STM Mandomai, serta menggunakan bahan baku utama berupa kayu ulin.Pembangunan Awal kayu ulin untuk jembatan ini harus didatangkan dari Puruk Cahu dan Kintap, Kalimantan Selatan, dengan total bobot sekitar 80 ton.
Setelah selesai dibangun pada tahun 1974, jembatan ini menjadi salah satu ikon penting Kabupaten Kapuas. Keruntuhan dan rencana pembangunan Kembali Pada tahun 2021, jembatan ini dirobohkan karena kondisinya sudah tidak layak dan membahayakan masyarakat, meskipun telah berulang kali direhab. Pada tahun 2024, rekonstruksi jembatan rangka "bouwstring" Mandomai resmi dimulai, menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengembalikan ikon Kabupaten Kapuas. Penelian ini meneliti tentang Metode Pelaksanaan Pemasangan Rangka Busur (Bowstring)Jembatan Kayu Ulin Mandomai.
Kata kunci: Metode pelaksanaan , bowstring, jembatan, Mandomai
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maret

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright & License
Copyright
Authors published in this journal agree to the following terms:
1. The copyright of each article is retained by the author (s).
2. The author grants the journal the first publication rights with the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution License, allowing others to share the work with an acknowledgment of authorship and the initial publication in this journal.
3. Authors may enter into separate additional contractual agreements for the non-exclusive distribution of published journal versions of the work (for example, posting them to institutional repositories or publishing them in a book), with acknowledgment of their initial publication in this journal.
4. Authors are permitted and encouraged to post their work online (For example in the Institutional Repository or on their website) before and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and larger citations of published work.
5. Articles and all related material published are distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
License

Huma Tabalien Jurnal (HTJ) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License